Kutitipkan Nama-Mu Kepada Tuhan
Syahdan di kurun waktu tertentu hiduplah seorang pemuda tampan rupawan nan bagus perangainya. Pemuda yang dilahirkan dari ras miskin, pemuda yang berpengatahuan luas karena sedari kecil selalu ingin mengetahui akan segalanya. Meski dari kalangan orang melarat, tidak membuatnya sampai psimis untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini terbukti gelar titel sarjana yang telah diraihnya. Berstatus akademisi meski hidupnya dihimpit tetangga pedesaan asri serta adat setempat berupa menikah di usia maksimal 25 tahun. Kini umur sang pemuda telah menginjak 26 tahun. Kecaman, sindirian, dan perkataan tidak sedap sudah mulai menyapa dan menyesakkan harinya, terutama saat lebaran tiba menjelang. Untungnya si pemuda anak pondok, jadi tidak terlalu dipersoalkan tudingan-tudingan miring untuknya karena liburan setahun sekali. Sang pemuda percaya bahwa jodoh tidak akan pernah tertukar dengan siapa. Akan tiba pada waktu di mana senja ikut tersenyum atas pernikahannya. Konon, saat ber...