Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Kutitipkan Nama-Mu Kepada Tuhan

Gambar
Syahdan di kurun waktu tertentu hiduplah seorang pemuda tampan rupawan nan bagus perangainya. Pemuda yang dilahirkan dari ras miskin, pemuda yang berpengatahuan luas karena sedari kecil selalu ingin mengetahui akan segalanya. Meski dari kalangan orang melarat, tidak membuatnya sampai psimis untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini terbukti gelar titel sarjana yang telah diraihnya. Berstatus akademisi meski hidupnya dihimpit tetangga pedesaan asri serta adat setempat berupa menikah di usia maksimal 25 tahun. Kini umur sang pemuda telah menginjak 26 tahun. Kecaman, sindirian, dan perkataan tidak sedap sudah mulai menyapa dan menyesakkan harinya, terutama saat lebaran tiba menjelang. Untungnya si pemuda anak pondok, jadi tidak terlalu dipersoalkan tudingan-tudingan  miring  untuknya karena liburan setahun sekali. Sang pemuda percaya bahwa jodoh tidak akan pernah tertukar dengan siapa. Akan tiba pada waktu di mana senja ikut tersenyum atas pernikahannya. Konon, saat ber...

Pacaran Tidak Perlu Dipublikasikan

Gambar
Di zaman nenek moyang dulu, jika dua sejoli merajut hubungan asmara tidaklah diklaim sebagai “ Pacaran ”.  Pun terjadi di daerah sebagian pedesaan di kota bondowoso khususnya, begitulah sependek Penulis ketahui. Namun beriringan dengan berlalu waktu dan perubahan kondisi-situasi hubungan tersebut berfotosintesis kepada sebuah ikatan yang bernama “ Pacaran ”. Pacaran adalah ikatan yang diumbar-umbar di masa sekarang. Padahal pacaran di zaman kuno dulu disembunyikan karena malu kepada keluarga, tetangga terutama akan mencoreng nama baik orang tua. Kini hubungan pacaran sudah mulai diviralkan dan diceritakan kepada orang-orang. Tidak cukup sampai di situ tetapi juga aktivitas pacaran sudah ditampakkan dikhalayak ramai. Seakan-seakan pacaran diangap hal yang membanggakan dan hebat dan justru status jomblo nan mulia telah terpinggirkan lagi mendapat cacian dan kecaman. Sungguh aneh tapi nyata, pacaran yang harus ditutupi karena dirasa aib, sekarang malah dipertontonka...

Lebih Cinta Kamu daripada Tuhan

Gambar
Bisa jadi, di zaman ini berbicara tentang cinta tidak semenarik dulu, tidak seindah cerita cinta kelam penuh abu Laila Majun maupun Qais dan Laila. Walau demikian, Penulis akan berupaya untuk membuat irisan tinta ini sebagus mungkin. Insya Allah… Kini kita akan berbincang mengenai cinta kepada makhluk dan cinta kepada Tuhan. Cinta kepada makhluk bevariasi namanya; cinta orang tua, cinta keluarga, cinta pacar dan banyak cinta yang lainnya. Cinta orang tua bersifat iba, kasih sayang, dan tabiat pasti pemberian melekat dari Tuhan. Seburuk-buruk tingkah laku anak kepada orang tuanya, orang tua masih tetap mencintai, menyayangi dan mengayomi anaknya meskipun anak tersebut durhaka. Cinta keluarga berkonotasi kepada sayang dan lebih dominan sayang ketimbang kasih. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kasih dan sayang itu berbeda. Kasih mencakup rasa kasih sayang kepada sesama makhluknya tetapi sayang hanya tertentu kepada segelintir orang semata. Cinta pacar bersifat fana dan...

Tentang Rawa dan Bingung

Gambar
Ju dul tema ini bera wal dari suatu insiden pilu c inta se orang teman . Penulis sengaja memberi nama tema demikian , soalnya ditelaah secara definitif bahwa rawa adalah lahan genangan air. Sementara makna bingung ialah tidak tahu arah. Jadi gabungan kata keduanya melahirkan pemahaman makna yakni tempat orang buta arah tujuan . Di mana makna yang dikehendaki dari kata b uta tertuju pada cinta yang membingungkan. M ari langsung ke penguraian. Seumpama kita berada dalam posisi genting, misal dalam rangka berjuang mendapatkan si dia, tapi ternyata dia milih orang lain dengan alasan karena sudah kadung terjalin ikatan pacaran sebelumnya. Ceritanya, cinta pada pacar orang. Ditolak, s akit bukan? Beberapa kaula muda era sekarang lebih suka memilih hubungan yang namanya pacaran daripada ikatan yang diridoi Tuhan. Wajar bagi yang fase penjajakan tapi kalau udah layak menikah. Bukan wajar lagi loo. Akhirnya saat telat nikah, kemudian ngomong pasrah kepada takdir . Uc...

Risalah Kecil Santri Sebelum Balik Pondok

Gambar
Sahabat santri yang berbahagia, liburan pulangan sudah hampir selesai, temen-temen santri sudah mulai update status di facebook masing-masing nie...Katanya “ Penjara Suci Telah Menanti ”. Tidak nyangka ya... Kalau pulangan sebatas mimpi bagi kita yang begitu cinta kepada tanah kelahiran. Sebelum balik pondok, ingat ya kawan! Kalau kita pernah buat cerita-cerita lucu di rumah terutama tentang curhat-curhatan kita di dunia maya ini. Kita sudah merayakan liburan indah kita di pelbagai tempat wisata-wisata yang bagus, sudah merenungi ciptaan-ciptaan Tuhan yang begitu mapan dengan serius. Balik pondok sudah terhitung di ujung jari, padahal kita merasa sebentar di rumah  seolah-seolah di rumah begitu singkat sekali. Apa mungkin gara-gara sering jalan kali ya? Entahlah… Banyak hal yang sudah kita alami dan lalui pulangan ini, bertemu dengan teman lama, bersua dengan sahabat akrab, silaturrahmi bersama keluarga, dan yang paling seru bisa komunikasi dengan si dia. Heran aja ya k...

Usaha dan Anugerah

Gambar
             Dalam menjelajahi hidup dunia ini, kita sebagai makhluk berfikir dan berwawasan luas sudah barang tentu paham bahwa kita tidak akan lepas dari dua hal melekat berupa usaha dan anugerah. Usaha untuk menyukai seseorang dan anugerah karena telah dicintai oleh orang. Lahirnya tulisan pendek ini, terinspirasi dari history teman, berinisial dengan nama  Mamar Syauqi . Di statusnya tertulis sebongkah kata mapan “ Mencintai adalah usaha tapi dicintai adalah anugerah maka bersyukur selagi bersama dia yang mencintaimu ”. Perkiraan penulis terkait dengan status teman tadi, agaknya benar tapi tidak 100% benar. Kenapa sampai begitu? Agaknya benar, karena untuk mencintai seseorang yang tidak dicintai sebelumnya atau sama sekali tidak kita suka maka butuh usaha, pengorbanan, bahkan kesabaran berlipat-lipat. Dan dicintai adalah anugerah berarti cinta yang terwujud di hati merupakan pemberian Allah yang patut disyukuri dan dilindungi. Tida...

Misteri Tanjakan Lope di Kawah Wurung

Gambar
             Kali ini, penulis merasa tertarik untuk menampilkan sebuah judul tema yang sengaja dicopy dari tanjakan kawah wurung nan bertuliskan “ T anjakan Lope ”. Penulis berminat untuk merangkai sebuah realita menarik yang terjadi di sana walaupun oretan tinta ini kurang berharga di depan anda.        Sekarang kawah wurung sudah mulai dikenal oleh pelbagai kalangan; baik dari penduduk daerah sekitar maupun luar daerah bahkan dari luar negeri. Di samping Kawah Wurung sudah menjadi pariwisata diakui. Pun kayaknya, beberapa pengunjung tidak sekedar datang untuk menghibur diri melainkan juga berupaya mensyukuri nikmat dari Tuhan pencipta bumi.             Bahkan, beberapa pengunjung merasa tidak cukup dengan sebatas datang menikmati pemandangan asri tetapi juga berlomba-lomba saling potret sana-sini, kanan-samping, dan atas-bawah. Mengingat pe...

Deja Vu Cinta! Mungkinkah?

Gambar
             Barangkali kita pernah bahkan sering merasa bahwa tindakan yang dilakukan sekarang seolah-olah pernah dikerjakan di masa dulu tapi tidak tau itu kapan. Atau seakan-akan pernah terjadi dalam mimpi. Hal ini sejalan dengan komentar pengusung pertama Deja Vu yaitu Emile Boirac (seorang peneliti bidang psikologi berkebangsaan prancis) " P eristiwa yang diklaim telah dilihat dalam mimpi atau sangat yakin pernah terjadi di masa lalu ".             Terus, mungkinkah Deja Vu bakal menyusup dalam dunia percintaan remaja-dewasa? Jawabannya. Mungkin iya, boleh jadi tidak. Mungkin iya, kalau kadar cinta kepada cewek kedua berbanding lurus (kapasitas cintanya sama persis 70% misalnya) dengan kadar cinta pada cewek pertama (mantan). Namun hal ini sulit, sebab cinta tidak bisa ditakar dengan apapun. Boleh jadi tidak, kenapa sebab? Karena meski kadar cinta kepada mantan dan kekasih se...

Dosakah? Memilih Calon Sendiri

Gambar
             Di zaman elit ini, para remaja-dewasa terpaksa untuk bersaing dan berlomba dalam hal apapun, baik dalam bidang keilmuan, dunia bisnis, bahkan perjodohan. Semua serba instan dan harus dilombakan jika ingin didapatkan.              Dalam bidang keilmuan misalnya, para akademisi berlomba menjadi yang terbaik di antara yang baik. Dalam dunia bisnis, para pembisnis beradu cakap untuk menuai laba sebanyak-banyaknya. Dalam prihal jodoh pun masih beradu cepat  tuk mendapatkan seseorang yang dicinta.            Memang, tidak dapat terelakkan zaman ini telah menjadi " zaman perlombaan" . Nah, Dalam prihal jodoh, disamping berlomba dengan orang lain untuk mengait seseorang yang dicintai, terkadang saat menang pun masih berlomba untuk menaklukkan hati orang tua yang punya pilihan lain.             Segala kerumitan hidu...