Usaha dan Anugerah


            Dalam menjelajahi hidup dunia ini, kita sebagai makhluk berfikir dan berwawasan luas sudah barang tentu paham bahwa kita tidak akan lepas dari dua hal melekat berupa usaha dan anugerah. Usaha untuk menyukai seseorang dan anugerah karena telah dicintai oleh orang.
Lahirnya tulisan pendek ini, terinspirasi dari history teman, berinisial dengan nama Mamar Syauqi. Di statusnya tertulis sebongkah kata mapan “Mencintai adalah usaha tapi dicintai adalah anugerah maka bersyukur selagi bersama dia yang mencintaimu”.
Perkiraan penulis terkait dengan status teman tadi, agaknya benar tapi tidak 100% benar. Kenapa sampai begitu? Agaknya benar, karena untuk mencintai seseorang yang tidak dicintai sebelumnya atau sama sekali tidak kita suka maka butuh usaha, pengorbanan, bahkan kesabaran berlipat-lipat. Dan dicintai adalah anugerah berarti cinta yang terwujud di hati merupakan pemberian Allah yang patut disyukuri dan dilindungi.
Tidak benar 100% sebab mencintai bisa diarahkan pula kepada anugerah, di mana ada ketertautan antara usaha dan kehendak Allah. Terkadang seseorang yang berupaya keras mencintai tapi akhirnya tetap gagal (tidak cinta-cinta) bahkan tambah tidak suka. Tetapi sekali-kali seseorang berusaha mencintai dan bisa (jatuh hati). Bagi seseorang seperti ini (berusaha mencintai dan jatuh hati) masuk ruang lingkup usaha dan anugerah. 
Memang tidak selalu berbanding lurus artinya usaha tidak bisa dipetakan dengan anugerah. Usaha dan anugerah senantiasa beriringan dalam aspek kehidupan, tidak hanya beredar pada percintaan saja tetapi dalam ranah kehidupan secara majemuk pun usaha dan anugerah ada. Seumpama dalam hal pekerjaan (ada usaha dan anugerah), perjodohan, dan lain-lain.
Penulis kira saat ini, bukan bertengkar untuk memetakan antara usaha mencintai dan anugerah dicintai tetapi yang jauh lebih penting mencintai yang seharusnya dicintai dan tekun berusaha untuk selalu menjaga seseorang di sisi kita dan diberi porsi bahagia yang nyata. 
Waallahu A’lamWassalam...
Salam Hangat Santri Ma’had Aly



Oleh Syaiful Hady*


* Alumnus Nurul Qarnain
 Santri Aktif Ma'had Aly Sukorejo.
           


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing Putih di Rumahmu

Untukmu Calon Menantu Ibu

Risalah Kecil Santri Sebelum Balik Pondok