Mengeraskan Nama-Mu di Ujung Malam
Konon di waktu silam, hiduplah seorang wanita yatim-piatu, seorang wanita berface ayu. Hari-harinya disediakan dan disibukkan pekerjaan rumah majikan dermawan nan baik hati. Wanita yang berjelmakan bidadari yang berpijak di bumi tanah ini. Wanita yang sedari kecil tidak pernah menuai kasih sayang kedua orang tuanya tapi baik kepada sesama. Wanita berparas anggun berhati berlian. Wanita yang tekun beribadah dan tidak lupa memohon jodoh kepada Tuhan YANG MAHA KUASA. Meski sekedar bertugas sebagai pembantu akan tetapi dengan keikhlasan yang besar, dapat terbayarkan dengan rentetan kebahagiaan. Dalam hati bersihnya tiada terbesit untuk mendapat gaji besar meski dapat dibilang pekerjaannya selalu menjanjikan. Ditambah pemilik rumah merupakan orang kaya bergelimang harta, pembantunya banyak, alat-alat tranportasi seperti mobil bervariasi merek dan ukurannya. Lebih pentingnya baik hati lagi tidak sombong. Hidup di bawah asupan tuan berharta, Wanita anggun tersebut tidak punya secuil pu...