Lebih Cinta Kamu daripada Tuhan


Bisa jadi, di zaman ini berbicara tentang cinta tidak semenarik dulu, tidak seindah cerita cinta kelam penuh abu Laila Majun maupun Qais dan Laila. Walau demikian, Penulis akan berupaya untuk membuat irisan tinta ini sebagus mungkin. Insya Allah…
Kini kita akan berbincang mengenai cinta kepada makhluk dan cinta kepada Tuhan. Cinta kepada makhluk bevariasi namanya; cinta orang tua, cinta keluarga, cinta pacar dan banyak cinta yang lainnya.
Cinta orang tua bersifat iba, kasih sayang, dan tabiat pasti pemberian melekat dari Tuhan. Seburuk-buruk tingkah laku anak kepada orang tuanya, orang tua masih tetap mencintai, menyayangi dan mengayomi anaknya meskipun anak tersebut durhaka.
Cinta keluarga berkonotasi kepada sayang dan lebih dominan sayang ketimbang kasih. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kasih dan sayang itu berbeda. Kasih mencakup rasa kasih sayang kepada sesama makhluknya tetapi sayang hanya tertentu kepada segelintir orang semata.
Cinta pacar bersifat fana dan ketertarikan belaka artinya sulit sekali pacar mencintai kekurangan kekasihnya, mayoritas dari pacar pasti mencintai keindahan yang ada pada kekasihnya.
Dan terakhir cinta kepada Tuhan. Cinta kepada Tuhan bersifat abadi selamanya. Mengapa? karena saat manusia belum mengenal variasi cinta di dunia, manusia sudah mengenal cinta kepada Tuhannya.
Kemudian kita sebagai makhluk bernyawa tentu ngerti, pada dasarnya cinta kepada pacar, tunangan, dan si dia misalnya jauh lebih besar ketimbang cinta kepada Tuhan. Bagaimana hal ini bisa? Bisa dong, sebisa data ini berangkat dari pengalaman orang. Saat beribadah shalat saja durasi waktu yang dibutuhkan minimal 10 menit. Cobak kalau sedang asyik komunikasi bersama pacar tidak terasa begitu banyak jam yang terhabiskan. Sekarang masih mau bilang cinta kepada Tuhan lebih besar? He he he…
Kawan,,,Jauh lebih besarnya cinta kepada pacar ketimbang cinta kepada Tuhan, bukan ditimbang dengan seberapa lama jatah waktu terbuang. Namun asumsi Penulis jika cinta kepada Tuhan bersifat abadi mana mungkin cinta abadi dapat dibandingkan dengan cinta fana di dunia ini.
Cinta abadi kepada Tuhan selamanya walau kita tidak tahu sebesar apa kita mencintai Tuhan seutuhnya. Di dunia cinta kepada pacar sangatlah besar tapi sekejap, cepat hilang sehingga yang kekal cinta kepada Tuhan yang Esa.
Bukan tentang besar dan kecilnya cinta kita kepada Tuhan, tetapi akan menjadi orang sholeh jika cinta kepada Tuhan terpelihara dan tidak terkontaminasi dengan cinta makhluk fana. Intinya tetap berupaya cinta kepada Tuhan (Allah Yang Esa) karena kita adalah miliknya dan akan kembali kepadanya.  
Waallahu A’lamWassalam...
Salam Hangat Santri Ma’had Aly



Oleh Syaiful Hady*



* Alumnus Nurul Qarnain
 Santri Aktif Ma'had Aly Sukorejo.
           



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing Putih di Rumahmu

Untukmu Calon Menantu Ibu

Risalah Kecil Santri Sebelum Balik Pondok