Untukmu Calon Menantu Ibu
Tiada
kalimat pembuka yang pantas untuk kusampaikan padamu kecuali ucapan kata maaf.
Maaf, karena aku telat dalam segala hal bagimu. Aku telat datang mengenalmu
padahal teman-teman sebayamu sudah mulai menjalani hubungan lebih serius bersama pacarnya sejak dulu. Maaf, aku
terlambat datang mengenalmu disaat kau sudah mulai bosan memanggil namaku dan
mengemis doa kepada Tuhanmu. Maaf, aku terlambat meminta restu kepada orang
tuamu di mana beberapa tahun silam orang tuamu menanyai tentang seseorang
di sisimu.
Tidak
pernah terlintas dalam benakku, untuk membuatmu menunggu berlama-lama sampai
waktunya tiba. Hanya saja, kau pastinya paham betul bukan, dalam perjalanan
cinta manusia tidak semuanya mulus sesuai skema-skema dan rancangan dasar
mereka. Termasuk perjalanan cintaku yang penuh dengan kerumitan. Penuh
lika-liku perjuangan yang benar-benar mematikan. Termasuk hari ini, saat aku
memastikan kau yang harus kuperjuangkan sampai mati.
Beberapa
wanita yang kujumpai dan berteman denganku mengatakan kalau aku cowok yang
tidak serius atau bahasa kasarnya kurang tulus. Namun menurutku anggapan mereka
tentangku keliru. Aku bukan tidak tulus tatkala mencintai seseorang. Hanya
saja, sebagaimana yang kuutarakan tadi padamu bahwa cintaku masuk yang rumit.
Seharusnya
kau tahu, sebelum kita saling kenal. Aku banyak mengenal para wanita. Sebatas
kenal tidak lebih. Dari sekedar kenal inilah, aku mulai belajar memahami
beberapa karakter wanita agar jika suatu hari telah tiba seperti hari ini, aku
tidak perlu sibuk dan bersusah hati memahamimu. Karena walau karakter wanita
variasi bentuknya. Tapi kalau ditelaah secara mendalam karakter mereka relatif
tidak jauh beda.
Pendekatan
ke beberapa wanita tadi kulakukan demi kau bukan untukku atau siapa. Soalnya
aku bercita harap menjadikanmu wanita yang super bahagia dan bangga berada di
dekatku. Aku tidak bisa berjanji kau bakal bahagia bersamaku. Tapi dalam
persoalan proses menuju lembah bahagia, apapun yang tidak diduga bisa terjadi
bukan.
Aku
sudah mempertimbangkan bulat-bulat, akibat dan konsekuensinya. Sebelum
menjatuhkan pilihan padamu, debat-debat telah kulewati dengan orang tua maupun
teman-temanku. Ada yang sepakat denganku, ada pula yang tidak setuju dengan
inginku itu. Aku pahami, kenapa orang tua dan teman akrabku begitu serius
menanggapi hasratku tuk bersamamu. Sebab mereka kaya dengan pengalaman bahwa
dalam masalah hubungan serius, pertimbangan haruslah benar-benar matang.
Dan
kini aku meresa yakin, kalau inginku untuk menjadikan kau calon menantu ibu
sudah sangat matang. Sudah kupikirkan berulang-ulang. Makanya biar tidak hanya
berada dalam pikiran dan tidak sampai-sampai, aku harus bersikap cepat-tangkas.
Terlebih kau wanita yang begitu didamba banyak cowok perkasa, mana mungkin aku
berlaku santai dan menunggu berlama-lama.
Jika
nanti kita sampai jodoh, aku tak begitu bermimpi keluarga kecil kita adalah
keluarga yang paling lengkap dan sempurna di dunia. Lengkap dalam segala
pernak-pernik dunia. Lengkap harta atau banyak jabatan di mana-mana. Bagiku
cukup bersamamu, cukup berproses bersamamu lalu membangun rumah tangga
sederhana di dekat ibu-ayahmu. Itu sudah masuk kebahagiaan tiada tara
menurutku.
Salam Santri Ma'had Aly Sukorejo

"Agen poker terbesar dan terpercaya ARENADOMINO.
BalasHapusminimal depo dan wd cuma 20 ribu
dengan 1 userid sudah bisa bermain 9 games
ayo mampir kemari ke Website Kami ya www.arenadomino.com
Wa :+855964967353
Line : arena_01
WeChat : arenadomino
Yahoo! : arenadomino"