Curhatku dan Ibu
“Nak, tidurlah sudah larut malam, nanti
kau sakit” nasihat sayang Ibu saat melihatku belum tidur. Sejatinya Ibu sudah
tahu penyebab aku begadang malam ini, namun Ibu pasti punya rasa iba mencekam
tatkala sang buah hati dirundung masalah dan gusar. “iya Ibu, entar lagi”.
Sahutku penuh ta’dim sesaat sebelum Ibu menutup pintu kamarku.
Selepas aku putus dengan naura
kekasihku, aku tidak pernah pulang normal. Kadang pulang kerja pagi pulangnya
sore, kadang juga sampai malam. Mungkin bagi orang yang sedang patah hati akan
lebih nyaman kalau jauh dari kenangan saat masih bersama. Ya kenangan saat aku
masih bersama naura sebelum pulang rumah mampir di warung kopi deket sekolah.
Kebetulan naura begitu demam kopi meski perempuan.
Aku bekerja sebagai tukang jahit setelah
lulus SMA. Sedangkan naura melanjutkan studinya di kampus ternama di jogja.
Wajar menurutku naura orang berpunya, aku orang yang biasa tanpa apa-apa.
Bagiku, cowok hebat itu adalah cowok yang berani jujur pada diri sendiri
daripada pura-pura berharta tapi nyatanya tidak punya. Kataku pada naura dikala
rintik hujan sepulang sekolah SMA dulu.
Jika bernostalgia naura, aku selalu
dihantui sesal sebab gara-garakulah naura memutuskanku. Tapi bagi cowok
sepertiku pantang sekali berbujur sedih saat yang disayang lebih memilih
hubungan menepi dengan aungan dalih-dalih. Aku bahagia di sini bersama
pakaian-pakaian disampingku. Sedang dia mungkin lagi tertawa bersama
rekan-rekan barunya di sana. Apa peduliku. Ucap batinku.
Tapi Ibuku, selalu tau kapan aku sedih
mikirin naura. Mungkin karena aku adalah belahan jiwa Ibu sehingga Ibu
mengetahui segalanya tentangku. Ibu sering berpesan padaku untuk segera mencari
cewek lain biar aku bahagia. Tapi maaf ibu, bukannya aku mau melanggar titahmu
namun hati kecilku masih tidak bisa menerima cewek lain. Ungkapku pada ibu saat
menawarkan pendapatnya.
Ibu begitu baik padaku. Pantaslah baik
wong aku anak kandungnya. Ibu,,, sekarang aku sudah bisa melupakan nauraku.
Sudah lama aku menderita ibu karna naura. Ibu,,,sebelum aku curhat ke Ayah. Aku
minta izin dulu ke Ibu karena ibu yang lebih tahu aku. Ibu Lebih dekat
denganku, Ibu segalanya bagiku.
Ibu sampai hari ini pun, aku masih
merepotkanmu. Dari kecil hingga kini aku masih menyusahkanmu. Namun aku hanya
ingin bilang bu, bahwa tingkah nakalku semata-mata ingin mendapat perhatian
Ibu. Ibu perlu tahu, kalau aku sekarang sudah punya calon. Calon yang menurutku
baik di mataku dan asumsiku juga akan menguntungkanmu Ibu. Mungkin hanya ini
curhatku, karena aku masih mau matur ke Ayah berkenaan dengan lanjutan kisahku
bersama calon menantumu. Tetaplah doakan aku ibu...
Salam hangat Santri Ma'had Aly Sukorejo
Salam hangat Santri Ma'had Aly Sukorejo

"Agen poker terbesar dan terpercaya ARENADOMINO.
BalasHapusminimal depo dan wd cuma 20 ribu
dengan 1 userid sudah bisa bermain 9 games
ayo mampir kemari ke Website Kami ya www.arenadomino.com
Wa :+855964967353
Line : arena_01
WeChat : arenadomino
Yahoo! : arenadomino"