Wanita Perindu Surga
Entah
kenapa, penulis sangat begitu tertarik untuk meramu dan membicarakan tentang wanita.
Bukan karena meremehkan atau mengenyampingkan makhluk yang satu ini,
tapi karena kemulyaan dan keindahannya yang tiada banding dengan sejumlah
makhluk di muka bumi.
Kini, kita akan menggosip tentang wanita yang merindu
akan surga. Tentu kita sedikit bertanya-tanya, siapakah gerangan wanita yang
rindu surga itu. Apakah wanita sekeliber ibunda siti khatijah istri Nabi,
ataukah secantik face ayu wanita bernama sulaikha?
Meski
penulis dari golongan adam, penulis merasa bahwa semua wanita pasti merindu
akan surga. Siapapun dia, statusnya apa, berdomisili di mana. Lepas dari ini
semua, wanita adalah perindu surga. Surga tempat kenikmatan ujung nan tiada tertandingi.
Jika
penulis boleh beragumentasi, surga memang layak di tempati oleh kaum Gemini
ini. Redaksi ini bukan lantas surga tidak pantas bagi pejuang seperti kita;
pihak adam. Intinya surga pantas di tempati oleh manusia.
Namun,
jika melihat akan perjuangan para wanita hidup di dunia ini. Boleh saja, kita
sepakat surga pantas untuk wanita tempati. Wanita yang menjaga diri setiap hari
baik di rumah, di luar, maupun di dunia maya. Wanita yang menikah dan
mememiliki beribu tanggungjawab yang dipikulnya. Wanita seperti ibu, menyayangi
tanpa memperhitungkan imbalan dan rugi.
Untuk menjadi wanita perindu surga, terdapat beberapa tahap ujian yang harus dilewati, asumsi nakal penulis sebagai berikut:
Untuk menjadi wanita perindu surga, terdapat beberapa tahap ujian yang harus dilewati, asumsi nakal penulis sebagai berikut:
Wanita Anak Pondok
Wanita
anak pondok pesantren, harus mengikuti semua aturan pesantren. Entah suka atau
tidak. Mematuhi murabbi, menyayangi keluarga besar pesantren, menjaga tatakrama
yang baik, santun saat berkomunikasi, taat kepada guru maupun dosen kuliah. Dan
paling inti pandai menjaga diri.
Dan andai wanita pondok tidak berkarakter seperti tadi, akan sulit merindu surga, akan rumit jatuh hati kepada pemilik surga, dan mudah terpintal dalam menjalani jatah hidupnya.
Dan andai wanita pondok tidak berkarakter seperti tadi, akan sulit merindu surga, akan rumit jatuh hati kepada pemilik surga, dan mudah terpintal dalam menjalani jatah hidupnya.
Wanita Tidak Mondok
Wanita
tidak mondok, yang paling utama dapat mejaga diri karena hidup di luar sana
penuh dengan ujian-ujian ngeri, taat kepada oang tua dan keluarga, menyayangi
yang muda, menghargai yang tua, dan lain-lain.
Dan
andai wanita yang tidak mondok ini, tidak berprilaku seumpama di atas, akan
kerepotan merindu, apalagi hendak bermukim di surga.
Wanita Rumah
Tangga
Bagi
wanita bersuami, pertama adalah mematuhi segala perintah suami selama berada di
koredor lalu lintas syariat islam, tetap patuh kepada orang tua tentunya, ingat
kepada guru sekolahnya, dan tidak lupa akan teman-temannya, serta contoh prilaku
baik lainnya.
Intinya,
surga layak untuk siapa saja, statusnya apa, berada di dareah mana, miskin atau
kaya, berjabat apa, asalkan tetap beragama islam. Dan bagi wanita
perindu surga, teruslah buat hal-hal yang menyenangkan dalam hidup sebentar ini
saja, buatlah diri rindu kepada surga, walau tujuan sejatinya adalah Allah
swt. Maaf, penulis hanya sok tau. Semoga manfaat. Waallahu
A’lam.
Wassalam...Salam
Hangat Santri Ma’had Aly...

Komentar
Posting Komentar