Sepenggal Kata Maaf
Pada dasarnya semua manusia itu suci (terbebas dari
dosa-dosa), namun karena hidup di dunia dan juga manusia suka akan tantangan
demi tantangan maka tidak dapat terhindari pasti bersinggungan dengan dosa walau tanpa disengaja sukma. karena manusia suci tiada lain hanya Nabi tercinta kita Muhammad SAW.
Di hari
raya idul fitri yang indah ini, sudah sepatutnya kita sebagai umat beragama mulia (islam) secara majemuk saling ucap maaf dan saling memaafkan. Jika rumahnya dekat maka usaha untuk saling mendatangi,
jika rumahnya jauh maka tidak mengapa sebilah kata maaf lewat komunikasi hp minimal, dan jika lawan
jenis teman-teman kita maka cukup maaf lewat ucap tanpa perlu berjabat tangan.
Hakikatnya
bukan berjabat tangan yang paling penting di atas segalanya, namun yang jauh lebih penting adalah
saling memaafkan, menghapus rasa dendam, rasa marah, rasa kecewa, dan
rasa-rasa tidak hasan lainnya.
Kata maaf
tidak menunggu dilontarkan hari fitri ini memang, di setiap kesempatan kita
dianjurkan untuk mengucap kata maaf agar kita jauh dari dosa-dosa sengaja
maupun tidak. Kata maaf satu kali jauh lebih mapan daripada tidak berucap sama sekali dengan dugaan sudah dimaafkan.
Beberapa
dari kita, berprasangka bahwa hari raya ini tentang maaf-maafan saja,
sebenarnya tidak hanya itu. Banyak hal yang diajarkan pada diri kita saat ini,
berupa adanya rasa sabar telah menjalani puasa satu bulan penuh, shadaqoh
fitrah kepada delapan golongan yang telah tersurat dalam Al-Qur’an, berbakti
kepada orang tua tentunya, serta planning upaya untuk meningkatkan amal-amal
mulia setelah hari raya ini.
Meski
tidak hanya hari ini dianjurkan meminta maaf dari penulis pribadi kepada
pembaca budiman; baik teman ataupun orang lain yang tidak pernah bersua dalam
pertemuan. Minal aidzin wal faidin mohon maaf lahir batin.
Semoga
tulisan remeh dari awal edisi sampai sekarang tidak sia-sia dan bermanfaat, dan
jangan kemana-mana insya Allah setelah ini masih ada karya selanjutnya…
Wassalam.
Wassalam.
Salam Hangat Santri Ma’had Aly
Oleh Syaiful Hady*
Komentar
Posting Komentar