Message Ibu di Hari Lebaran
Manusia
pertama yang memperkenalkan cinta-kasih kepada kita, bisa dibilang adalah Ibu.
Manusia paling kepo di dunia juga Ibu. Saat tubuh diserang penyakit, manusia pertama yang bertanya dan merawat adalah Ibu. Saat kita masih bersekolah dasar, jumlah nilai ulangan atau ranking berapa di kelas, pihak keluarga yang setia bertanya tetap Ibu.
Ibu
adalah orang yang melahirkan kita dari dunia sana menuju dunia nyata. Tiada hal yang
pantas dibuat balasan untuk Ibu selain taat dan berusaha untuk tidak
sedikitpun membuat Ibu kecewa.
Setelah usai shalat wajib ataupun sunah, sebagian kita kadang lupa
mendoakan keluarga terutama Ibu. Adakalanya kita sibuk berdoa demi kebahagiaan diri di hari depan. Sesekali kita tidak ingat, ada ibu, ada ayah, ada keluarga yang
butuh doa demi kesenangan dunia dan akhiratnya.
Sejak
kecil, Ibu selalu membuat sesuatu yang luar biasa, apapun yang kita minta
dengan sekejap disediakan olehnya, tatkala nakal pun Ibu tetap senyum dan tidak
memarahi kita, dan kasih sayang Ibu benar-benar tiada dua.
Kini,
kita sudah remaja. Sekarang, kita sudah dewasa. Keremajaan dan kedewasaan membuat kita
kurang waktu bersama dengan Ibu, kita terlalu padat bersama aktifitas dari bangun
sampai tidur lagi. Namun anehnya, meski Ibu jarang diajak komunikasi, dia tetap
tersenyum dan bahagia melihat kita kala bertemu.
Kemarin, penulis
sedikit terkejut sekaligus bahagia, ketika ibu memberi hadiah pesan demi
menyambut hari lebaran. Pesan-pesan ibu dituangkan di bawah ini:
Pertama, nak jika tetangga bertanya padamu, di mana
tunanganmu maka jawablah,,, “saya masih fokus kuliah”. Jawaban ini agar membuat penanya diam.
Kedua, nak jika kamu sudah punya calon, dan merasa yakin, maka jangan lepaskan. Jangan sesekali melepaskan hal
berharga di tangan gara-gara mengejar hal yang sempurna dalam khayalan.
Ketiga, nak, semua manusia punya jodoh masing-masing. Jika hari ini jodohmu belum terlihat sedangkan kamu sudah berusaha semampu
mungkin, jangan menyalahkan dirimu, teruslah berupaya dan jangan lupa
berdoa. Sebab jodoh itu seperti hari esok yang akan datang tapi tidak bisa diperhitungkan.
Sesaat
mendengar pesan Ibu, disimpulkan bahwa di hari lebaran nanti bukan tentang harus
bersama dengan siapa, bukan tentang bersenang dengan putri mana, bukan pula
tentang dapat mertua mulia di mana, tapi lebaran ini tentang bagaimana kita
menjaga silaturrahmi, tentang memelihara keluarga tanpa percekcokan masalah dunia ini,
mempererat kekeluargaan, dan urusan penting lainnya.
Intinya,
jangan peduli orang berkata tentang status kita hari ini. karena mereka tidak
tahu dan tidak akan peduli tentang mimpi-mimpi yang sengaja kita rajut sampai
kini. Optimis!!! Wassalam.. Salam
Hangat Santri Ma’had Aly
Oleh Syaiful Hady*

Komentar
Posting Komentar