Hujan dan Air Mata
Sekilas melirik tema ini,
mungkin terjerat duga tema ini akan memvisualisasikan tentang Hujan dan
kaitanya dengan Air Mata. Bagi anda yang doyan baca buku fiksi ataupun non
fiksi, mungkin akan berfikir bahwa Hujan selalu berasonansi dengan kesedihan, sementara Air Mata adalah lambang dari kesedihan itu sendiri. Bisa jadi dugaan
anda benar, tapi ikuti ulasannya!
Penulis sepakat, jika kata
"Hujan" hendak ditandakan sebagai kesedihan. Namun dalam
kesempatan penting ini, kata "Hujan" tidak murni mengarah
kepada kesusahan hati. Di mana kata "Hujan" memiliki
variasi makna, buktinya bagi anda yang pernah menjalin hubungan akan
bernostalgia saat hujan datang, di mana keromantisan dan kebersamaan telah
berubah menjadi cerita dan akhirnya menguak segaris luka. Dan terkadang banyak
juga yang biasa saja tatkala Hujan. Bukankah demikian?
So, asumsi bahwa Hujan memang
membawa serpihan demi serpihan kenangan adalah bagi insan yang terlalu perasa. Bagi yang biasa saja, tidak. Di beberapa flem layar lebar saja, banyak pecinta
bersusah hati kala Hujan sedang membasahi diri.
Syahdan, beberapa novel berjudulkan
Hujan, ternyata banyak digemari dan laris terjual. Alasannya, bisa jadi
pembicaraan tema Hujan menarik, boleh jadi terpatri keyakinan bahwa Hujan dapat
mendatangkan pelbagai kenangan. Kalau mengorek akan hikmah diturunkannya Hujan yaitu
bentuk wujud nyata rahmat Allah untuk seluruh makhluk. Di amini, Hujan
begitu banyak memberi manfaat; baik manfaat primer seperti minum-mandi, atau
kegunaan sekunder; membersihkan kendaran.
Sedangkan pembicaraan tentang Air
Mata, maka pertama yang terbesit di benak adalah objeknya yakni manusia yang
suka mengalirkan Air Mata yaitu perempuan (maaf menurut adat).
Air Mata mirip dengan Hujan
dalam aspek tertentu. Berbeda dalam aspek yang lain. Sehingga tidak selamanya
Air Mata bermuara kepada kesedihan sebagaimana Hujan. Di tengah-tengah hidup
sekarang ini, begitu banyak manusia menumpahkan Air Mata dengan sebab yang
beragam.
Seumpama menangis gara-gara
sedih, menangis karena bahagia, dan bentuk sebab lain. Bahkan Nabi pernah
menganjurkan umatnya untuk menangis ketimbang menangis di neraka kelak, berdasar
kepada banyak fungsi dan manfaat menangis.
jika disapa masalah,
menangislah! Jika dengan menangis masalah itu akan ringan.
Jika ditampar bencana derita,
menangislah! Jika setelah menangis akan tegar kembali dan menaruh harapan besar
kepada Ilahi.
Jika merasa terasingkan di
tengah-tengah keramaian, menangislah! Jika setelah menangis, diduga akan
dipeluk rasa tenang dan dapat berbaur dengan sesama.
Terakhir jika jomblo karena sulit
menentukan pilihan, menangislah! Jika sesudah menangis, dimungkinkan memperoleh
sebuah kepastian. Wassalam.
Salam Hangat Santri Ma'had Aly...
Salam Hangat Santri Ma'had Aly...

Komentar
Posting Komentar