Halalmu Adalah Tangisan Malamku
Konon,
pernah hidup dua sejoli yang saling mencintai. Cinta mereka berdua bak
cinta yang pernah diramu oleh Qais dan Laila. Hampir mirip seperti cerita Qais
dan Laila, di mana sepasang kekasih tersebut juga tidak mendapat restu orang tua.
Hubungan yang tidak direstu akan
sulit untuk menyatu, akan tetapi pihak dari dua sepasang kekasih ini tidak
jemu-jemu memohon doa kepada Allah setiap malam ibadahnya. Berdoa dengan
tangisan-tangisan penuh haru, meratap sedih dengan mata berbinar nan kaku, dengan
harapan besar, Allah berkenan meng-ijab doa demi kebersamaan yang diinginkan sepasang dua jiwa berbeda.
Dari secuil cerita singkat di atas, bisa ditarik benang merah bahwa untuk mewujudkan hubungan tetap berjalan di
atas ruang lingkup cinta, maka tidak cukup juang diperebutkan berdua, tidak cukup mengoptimalkan cinta
bilamana kedua orang tua tiada restu dan doa.
Orang tua sangat menentukan prihal terwujud dan tidaknya cinta. Kenapa sampai begitu? Karena cinta tidak
berhenti di titik saling mencintai, tapi cinta berjalan lurus sampai sepasang
kekasih saling memiliki.
Kemudian, hikmah yang dapat dicuri
dari sepenggal kisah tersebut di atas adalah bentuk kesungguhan dan tanggungjawab pihak
cowok yang berupaya menghalalkan kekasihnya tanpa terbesit rencana gelap untuk melawan keputusan orang tua.
Pasangan cowok sejati adalah dia
yang terus mencintaimu tanpa mengenal waktu, dia yang bertahan di sisimu meski
cobaan menendang dan memusuhi langkahnya menujumu, dan dia yang terus menyayangi walau
beribu paras ayu mencoba berbisik dan merayu niat hati.
Terus cewek sejati apa? Santai, jika
anda berharap menjadi cewek sejati. Cukuplah diam di rumah, jangan banyak
permintaan juang karena tanpa diminta cowok pasti sedikit banyak berjuang, tapi sampai dan tidaknya tergantung doa dan
ketentuan Tuhan Maha Segala-galanya.
Yupz, paling inti teruntuk dua sejoli yang saling mencintai yakni tetaplah patuh pada kedua orang tua dikala
cinta tiada menuai restu keluarga. Yakinilah saja, memang benar cinta tidak harus memiliki,
boleh kita cinta pada seseorang karena cinta tidak dapat dihakimi oleh syariat islam. Dan ingatlah jika cinta tidak terwujud, maka jangan lupa untuk
mempulangkan cinta kepada jodoh yang setia menungu di persimpangan jalan
takdir Tuhan. Wassalam…
Salam Hangat
Santri Ma’had Aly
Oleh Syaiful Hady*

Komentar
Posting Komentar