Bisikan Sang Waktu
Putaran sang waktu terus berlalu tanpa henti bagaikan
kobaran api tinggi, siap melahap mangsa yang tidak sigap memahami waktu, meninggalkan asa dalam relung hati pilu bagi manusia penyadar akan berartinya waktu hingga
membuat mata berbinar dan berkaca-kaca penuh dengan deraian air mata
penyesalan.
Inilah
seuntai kiasan kata teruntuk insan yang sadar akan berfaedahnya waktu di tengah
tirani kehidupan ini. Dari sini, penulis terinspirasi untuk mengangkat salah
satu persoalan yang acap kali terpaut dengan manusia dalam meniti hidup ini, itulah waktu.
Santri
ESA (English Student Asosiation) pondok Sukorejo mengatakan “Lost time is
never found again”. Kemudian sebuah ungkapan hikmah keren “Tidak terbit
fajar suatu hari, kecuali dia berseru, putra-putri adam, aku adalah waktu, aku
ciptaan baru, yang menjadi saksi usahamu. Gunakan aku karena aku tak akan
kembali lagi sampai hari kiamat”.
Tidak
mau diam, Nurcholis Majid ikut berkomentar “Waktu itu nisbi, ada suatu teori
yang menyatakan seandainya manusia dapat bergerak dalam kecepatan melebihi cahaya
maka manusia dapat mengejar waktu yang sudah berlalu, sama halnya dengan mobil
lari yang mampu lari lebih daripada kereta api yang telah lewat, oleh karena
itu manusia bisa kembali ke masa lalu mereka tetapi hal ini sangatlah tidak
rasional, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama tidak ada seorangpun dari
manusia yang bergerak seperti cahaya”.
Dari ungkapan-ungkapan
bertabur hikmah di atas cukuplah dibuat pegangan untuk berbenah diri, kita sebagai
manusia ciptaan seharusnya saling mengingatkan satu dengan yang lain. Bukan menggurui
tapi mengingatkan kembali, soalnya manusia penuh dengan kealpaan dan
kekeliruan bertabur semesta.
Secara
logika sederhana, semua manusia tidak ingin cepat tua bukan? Yang muda selalu ingin
awet muda, yang masih kecil sibuk bermain dan bermain, bahkan yang sudah tua
sekalipun, senantiasa berharap kesehatan dan kebugaran prima. Tapi apa yang
dapat dikata jika hukum alam tidak bisa diajak kompromi, waktu tidak dapat
dihentikan meski sekejap saja.
Ini pelajaran
bagi kita sejatinya, sekarang bukan tentang hari depan akan menjadi sosok manusia kayak siapa, bukan
prihal menjadi seorang sukses ataupun seorang yang kaya bergelimang harta. Sekarang
adalah tentang waktu kita, waktu yang begitu kejam menebas hidup kita, baik; setiap
jam, menit bahkan detiknya. Urusan jadi orang hebat tergantung hari ini, makanya tidak usah bermuram durja mikirin hari esok yang tidak pasti. Jalani saja dengan baik, hari pasti ini.
Semoga kita termasuk orang yang diselamatkan dari
taring-taring ganas waktu ini. Lalu kembali bersimbah diri, bersujud, berdoa kepada
Ilahi, paling inti beraktivitas baik-baik biar jatah waktu kita bisa berguna di dunia sebatas ini. Wassalam.
Salam Hangat Santri Ma’had Aly
Oleh Syaiful Hady*

Komentar
Posting Komentar