Kriteria Wanita Pujaan Perspektif Pemuda Sarungan

Semua makhluk yang dicipta memiliki yang namanya tanda atau kata lain berupa ungkapan kriteria. Tidak terkecuali wanita yang sering menjadi objek pembicaraan publik dari masa ke masa tanpa kekendoran semata. Jika kemarin telah dipaparkan kriteria lelaki idaman, kini penulis akan berusaha semaksimal mungkin menyingkap kriteria wanita pujaan yang layak dibuat sebagai pasangan. Ya pasangan yang diridhoi Allah dan diinginkan karena Allah.
Berangkat dari pengalaman teman-teman beserta dukungan fakta diri dan rekaman realita hidup bahwa perangai wanita itu sangat unik bahkan begitu istimewa. Kenapa sampai dibilang segitunya? Karena terkadang wanita berparas ayu memiliki prilaku yang tidak sayu. Terkadang pula wanita berface biasa namun prilakunya mencerminkan sosok malaikat sempurna. 
Membuka dan mengingat kembali serpihan sejarah, wanita cantik yang berakhlak mulia berlambangkan Siti Aisyah (istri Nabi tercinta kita : Muhammad SAW), Siti Sulaikha (Istri Nabi Yusuf A.S) dan wanita mulia yang hidup di masa lain seumpama Rabi’ah al-Adawiyah. 
Rabi’ah al-Adawiyah disamping mempunyai tingkah laku yang super cantik. Siapa sangka ia pun berparas ayu. Hal ini terbukti, begitu banyaknya lelaki hebat waktu itu yang hendak melamar dan mempersuntingnya termasuk cerita masyhur 3 ulama' besar yang sempat singgah ke rumah wanita sholeha tersebut. salah satu da'i pihak pelamar yaitu ulama’ yang sangat alim Hasan al-Basri. Toh wanita sekelas Rabi’ah al-Adawiyah tadi, hidup di masa silam yang jauh dari cobaan-cobaan komlet kayak sekarang. dan kita tahu bersama,  zaman yang berbeda melahirkan cobaan berbeda pula maka seharusnya wanita masa sekarang lebih bersabar lagi mengahadapi cobaan-cobaan tersebut.
Dan untuk menemukan wanita yang bercirikan siti Aisyah di zaman now bagaikan mencari emas di kurun sahara. Bagaimana tidak begitu? Siti Aisyah tidak akan berbicara dengan para sahabat lain kecuali mendapat idzin dari nabi dan komunikasinya pun terhalang tirai. Itulah salah satu tabiat Ibunda umat islam seantero dunia. Belum lagi hiasan tabiat dan akhlak mulia Siti Khotijah dan para istri nabi yang lain. Subhanallah...
Lalu bagaimana dengan kelakuan wanita di masa sekarang? Haruskah berperangai Rabi’ah al-Adawiyah untuk menyandang gelar wanita pujaan kaum adam? Apakah harus  senantiasa berdiam diri di rumah tanpa menyapa bunga dan tumbuhan sekitar? Mari simak paparannya dengan penuh kegigihan dan antusias.
Demi mengetahui dan memahami ciri-ciri wanita pujaan zaman now yaitu sebagaimana berikut:
Menaati Hukum Syariat
          Ciri ini serupa dengan kriteria lelaki pujaan dalam pembahasan artikel penulis yang lalu dengan tema Kriteria lelaki Pujaan Perspektif Pemuda Sarungan. Nah jika kita yang berstatus adam menemukan seorang wanita, syariatnya sudah mapan misalnya, maka tidak perlu istikhroh, tidak perlu bingung, mantapkan diri dan bismillah lalu datanglah ke orang tuanya. Wanita yang bercirikan seperti ini, biasanya shalat lima waktunya sempurna dikerjakan, berbakti ke orang tua oke, dan tidak akan berani berkata buruk. Pokoknya kita hanya harus yakin wanita ini benar-benar idaman. 
Menjaga Diri dari Dosa
          Yang dimaksud menjaga diri dari dosa bukan lantas dipahami selalu berdiam diri di kamar dan enggan menyapa keluarga di luar rumah, bukan ini pemahaman idealnya. Untuk era sekarang hampir tidak ada wanita menjaga diri dari dosa dengan tanpa ke luar rumah. Mayoritas menjaga diri di luar rumah karena wanita sekarang suka terhadap tantangan, senang terhadap hiburan pameran. 
       Wanita yang tidak melakukan dosa ialah wanita yang betutur kata baik, sering melempar senyum indah, dan kerap memberi salam. Jika kita sebagai pihak adam mnjumpai wanita berkhas seperti ini maka sudah seyogyanya memantapkan penilaian bahwa wanita seperti ini meski suka mendatangi wisata-wisata, hobi otw ke daerah tertentu sana. Yakinilah... dia adalah wanita yang pantas diperjuangkan.  
Biasa Menurut Mata
         Tidak dapat terelakan para lelaki suka wanita berparas ayu artinya yang didahulukan wanita berwajah cantik daripada wanita berwajah tidak cantik. Hal ini merupakan kodrat wajar dimiliki para lelaki karena Allah suka terhadap ciptaan yang indah-indah. Dan karena lelaki lebih memprioritaskan wanita berparas cantik maka tak heran wanita berlomba-lomba berdandan semenarik mungkin. 
      Kelakuan wanita seperti ini, pun semestinya asalkan tidak kelewat batas islami karena tujuan wanita berhias tidak lain lillah dan andai orang lain merasa senang, ini merupakan konsekuensi. Nah, terkait dengan wanita biasa menurut mata maksudnya dia biasa di mata akan tetapi berakhlak mulia, dia biasa di mata tetapi benasab mulia, dia biasa di mata tetapi menyejukkan akan jiwa. Wanita kayak gini yang juga harus diperebutkan.
       Semoga kriteria yang sebatas asumsi nakal penulis di atas menjadi bahan renungan para lelaki untuk tidak sembrono menjatuhkan pilihan agar terhindar dari pelukan erat penyesalan. mengingat kata bijak “Lebih baik memilih wanita di mata biasa kemudian menjadi wanita mulia akhirnya daripada menentukan wanita luar biasa akan tetapi akhirnya menjadi rendah di mata sesama”. Falyataammal Ya Akhi...
Wassalam.Salam Hangat Santri Ma’had Aly.


Oleh Syaiful Hady*




* Alumnus Nurul Qarnain
 Santri Aktif Ma'had Aly Sukorejo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing Putih di Rumahmu

Untukmu Calon Menantu Ibu

Risalah Kecil Santri Sebelum Balik Pondok