Kriteria Lelaki Pujaan Perspektif Pemuda Sarungan
Lelaki kodratnya
suka berjuang, tidak kenal rasa lelah jika
hatinya sudah teguh pendirian.
Namun seiring rotasi waktu tanda lelaki seperti ini mulai sulit ditangkap dalam ke hidupan
sehari-hari. Intinya lelaki ini lebih superior ketimbang lelaki pada ghalibnya.
Yang salah satu keistimewaannya; tidak mudah melerai air mata kendatipun
penderitaan begitu dahsyat menimpa dan mengguncang mengujinya.
Di zaman now ini,
seharusnya lelaki
tanpa kecuali berkarakter dan berprinsip seperti tadi, walau dibalik setiap kelebihan
terselip secuil kelemahan yang tak bisa terhindarkan. Seumpama kelemahan yang
harus dibuang yaitu sifat ciut mengungkapkan kejujuran cinta kemudian tidak lari
dari tanggung-jawab setelahnya. Begitu pun perempuan, harus lebih pandai menilai karakter kaum lelaki
yang baik dan karakter lelaki yang kurang baik. Bukan buta dengan
menilai
ketampanan diatas segala-galanya daripada ahklaqnya.
Akan merugi kemudian
jika pihak perempuan berkeyakinan, bahagia
hanya bisa tercapai dengan ketampanan fisik belaka. Bukankah telah banyak kejadian
perempuan menderita gara-gara memprioritaskan ketampanan? Kejadian ini bukan
mewajibkan pihak perempuan sangat
selektif menjatuhkan semacam pilihan hingga mengakibatkan telat
berpasangan. Cukup memupuk kometmen saja, lelaki berperangai baiklah yang dapat
membahagiakan dunia dan akhirat. Sama baik kiranya berjumpa dengan lelaki tidak baik
sebelum berumah tangga kemudian menjadi sosok sholeh sesudahnya dan tambah baik
lagi bertemu lelaki baik sebelum dan bertambah baik setelah menikah.
Hukum alam tertulis bahwa perempuan
melakukan penyeleksian. Menyeleksi itu memang
baik tapi jangan terlalu pelik karena jika kelamaan merenung, mempertimbangkan,
menunggu keterlibatan banyak pihak keluarga maka akan tergilis oleh sepakan
waktu. Di mana waktu
tidak akan pernah menunggu kesiapan perempuan untuk menentukan sebuah pilihan. Oleh karena
itu dalam kesempatan kali ini, penulis hendak memberikan visualisasi dan
tahapan jitu untuk mempermudah perempuan mengambil keputusan. Semacam keputusan
yang tidak mengganjal penyesalan di kemudian.
Untuk kriteria lelaki
dikatakan baik adalah dia yang berani mengambil resiko tanpa banyak neko-neko
dan dapat menjaga perempuan dari bentuk godaan-godaan. Lelaki baik paham betul bahwa secara
kodradati wanita begitu rapuh, lemah atas rayuan, serta mudah tertipu dengan
olesan kata manja.
Sebutan kriteria lelaki baik
tadi mengecualikan
lelaki
yang suka merayu, menggoda, dan mempermainkan hati perempuan. Berarti lelaki ini
tidak romantis dong? Tunggu dulu, bukan begitu mafhumnya. Lelaki ini juga
bisa merayu, menggoda karena merayu atau menggoda merupakan pekerjaan manusiawi.
Bedanya lelaki baik tidak sembarang mengoperasikan rayuannya kecuali objek yang
benar (istrinya) bukan semua
perempuan dekatnya.
Logika
lelaki dan
perempuan tidaklah sama. Logika lelaki lebih bersifat dinamis
(berubah-berubah). Logika perempuan dominan statis
(bertahan/tetap).
Begitulah Allah menciptakan dan memformatnya. Sifat antara keduanya
sengaja tidak disamakan, semua itu merupakan karunia-Nya
yang sempurna. Ketetapan
lelaki
dijatahi hak maksimal empat istri, perempuan
ditakdirkan bersabar dengan satu lelaki merupakan hal yang bersifat kodrati dan
tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Dengan begitu akan timbul rasa sadar bahwa karakter yang berbeda dari keduanya diberikan
semata-mata untuk membuat manusia berkeyakinan; bahagia tidak sebatas
menyangkut soal cinta belaka namun juga melibatkan kebersamaan melalui jalur pernikahan
buktinya.
Ciri-cirinya sebagai berikut;
Menaati Hukum
Syariat
Lelaki dambaan akan selalu
berpegang teguh terhadap hukum syariat. Menjadikan syariat sebagai teman dan panutan
ruang lingkup kehidupan. Semua lelaki bakal dianggap sudah sampai ke taraf mapan
tatkala sudah bisa berpegang teguh kepada syariat, menjalankan printah-Nya dan
meninggalkan larangan-Nya. Tak
usah diragukan lagi kesetiaan dan kasih sayang lelaki ini. Dan ketika lelaki ini
sudah berjanji untuk setia, tak akan pernah ada goyah, tak akan mudah terkontaminasi
dengan perasaan menyimpang dari koredor-koredor yang tersurat dalam ajaran islam
meski siraman ujian berada dipersimpangan jalan.
Memuji Sekedar Saja
Memuji Sekedar Saja
Lelaki
berbakat dan lihai
bersilat lidah, dengan ungkapan serupa “bermulut manis”. Lelaki
memang pandai
menyanjung meski terkadang
sanjungan itu penuh dengan sederet tipu. Pujian seperti inilah yang
tidak diperkenankan oleh syariat, sanjungan
yang kelewat batas dan
berkedok kebohongan. Sebab kebohongan
rentan sekali
menjerumuskan terhadap kemunafikan, penghianatan, dan dapat membahayakan
pada diri maupun
orang lain.
Telah maklum bahwa
tanda-tanda munafik itu ada tiga: jika berjanji ia tidak menepati, jika berkata
ia dusta dan jika dipercaya ia berhianat. Jadi untuk disebut lelaki munafik tidak harus
memenuhi tiga tanda itu, satu tanda saja sudah cukup menyandang nama munafik. Lalu
bagaimana dengan lelaki yang bercirikan dalam hadist tersebut? Berarti dia
tidak hanya munafik tapi sudah naik tingkatannya menjadi munafik kabir. Lelaki
bercirikan
seperti ini yang pernah diresahkan nabi. Sabda beliau.”Sesungguhnya yang
paling aku khawatirkan atas umatku adalah setiap munafik yang pandai bersilat
lidah”(HR.Ahmad).
Berilmu Luas
Ghalibnya lelaki mapan suka merantau
(ibnu sabil) artinya suka mencari ilmu di berbagai tempat jauh dengan
berpijak kepada sabda nabi :”carilah ilmu walau pun ke negeri cina”. Nabi
menganjurkan ummatnya mencari ilmu di tempat jauh lagi bernuansa ilmiyah
sehingga di tempat itu nantinya didapat ilmu banyak serta barokah. Di samping
hukum mencari ilmu benar-benar wajib, sejalan dengan bunyi hadist lain
“mencari ilmu
adalah wajib atas seluruh kaum muslimin dan muslimat”(H.R.Ibnu
Majah).
Ala kulli hal walau paparan di atas sedikit, semoga menjadi bahan evaluasi bagi para perempuan khususnya serta bisa menjadi secercah lentera yang memberi titik terang gelapnya perjalanan hidup dalam rangka memilih maupun memilah calon pasangan yang direstui, diberkahi, dan dirahmati Allah dan orang tua. Wassalam.
Salam Hangat Santri Ma'had Aly
Ala kulli hal walau paparan di atas sedikit, semoga menjadi bahan evaluasi bagi para perempuan khususnya serta bisa menjadi secercah lentera yang memberi titik terang gelapnya perjalanan hidup dalam rangka memilih maupun memilah calon pasangan yang direstui, diberkahi, dan dirahmati Allah dan orang tua. Wassalam.
Salam Hangat Santri Ma'had Aly
Oleh Syaiful Hady*

Sama-sama
BalasHapus